Laman

Sunday, 12 January 2014

Cerpen "Duniamu bukan duniaku"

Duniamu bukan duniaku
Karya : Sheila Lita
Namaku shesi dulu aku pernah mencintai seseorang dengan tulus, tetapi ketulusanku itu hanya berbuah sia-sia. Suatu hari seseorang yang aku cintai pergi meninggalkan aku demi orang lain.
“shesi, sudah jangan sedih terus.ayo senyumm” kata salah seorang sahabtku rini sambil mencari tisu dirak hias kamarku
“aku gak bisa rin,aku masih gak terima dia ninggalin aku demi orang lain.padahal aku sangat mencintai dia.”
Laki-laki itu bernama andrian dia adalah seseorang yang sangat aku cintai tapi dia meninggalkanku begitu saja demi orang lain.aku mendengar andrian pergi meninggalkan aku dari seorang sahabatnya sendiri yaitu febri.aku pun merasa terpukul saat mengetahuinya.
shesi, kamu gak bisa terus-terusan mikirin andrian kaya gini. Dia itu gak mau bilang kepergiannya karna dia gak mau liat kamu sedih. Coba kalau dia tau kamu sedih kaya gini. Gimana sya” kata sahabatku rya
“kamu gak ngerti perasaan aku rya,aku masih belum bisa terima dan aku juga sangat kecewa” sebenernya sebelum andrian pergi bersama cewek lain,temen-temenku sudah tau kalau ternyata andrian lebih memilih cewek itu dibandingkan aku yang sangat mencintainya.nita nama cewek itu.
Seminggu kemudian aku masih belum bisa nerima kenyataan ini,disekolah hari-hariku mulai sepi tanpa ada kehadiran dia dikehidupanku. Yang biasanya dia selalu tertawa,mengejekku,membuliku,dan kadang membuatku menangis karena kelakuan dia. dan sekarang saya juga udah gak pernah denger kabar andrian,dia juga gak pernah kasih kabar aku. Semakin aku memikirkan dia semakin aku sulit untuk melepaskan dia.
“shesi,maafin aku yaa,aku tidak memberitahumu dulu tentang andrian yang memilih nita dibandingkan kamu” kata sahabat andrian yaitu fadill.
Saat fadill bilang begitu entah kenapa aku masih belum bisa nerima ini semua.aku menyayangi andrian lebih dari aku menyayangi diriku sendiri dan andrianlah yang selalu ada dihatiku dulu,sekarang dan selamanya.
“kamu jahat dil,kenapa kamu gak mau bilang dari kemaren-kemaren sebelum ini semua terjadi dan seharusnya kamu ngertiin perasaan aku setelah aku tahu ini semua.”
“iya shesi aku tau gimana perasaan kamu setelah kamu tau andrian lebih memilih nita daripada kamu,asal kamu tau ya shesi sebenernya andrian itu sayang sama kamu. Aku minta maaf shesi.”
“aku kecewa dil sama dia,kenapa dia gak mau bilang dari dulu ke aku.”kataku lemas.
Aku meninggalkan fadil yang masih diam membisu diambang pintu kelasku. Aku gak mau mendengar semuanya lagi. Aku udah cukup kecewa dengan semua ini. andaikan waktu bisa berhenti berputar untuk saat ini, aku ingin kembali dan melihat fadil untuk terakhir kali.
Beberapa hari kemudian dengan seiring berjalannya waktu meskipun andrian tak pernah mengabariku, dan mungkin dia sudah lupa denganku. Ya begitupun aku masih terus mencoba untuk melupakannya. Hari demi hari kujalani semuanya seperti normal sebelum andrian memilih cewek lain. Aku hanya bisa mencoba untuk ikhlas dengan yang ku jalani sekarang. Andaikan ini semua mimpi, aku tak mau ini semua akan terjadi. Tetapi apa daya semuanya bukan mimpi, ini nyata.inilah realita hidupku sekarang.
“shesi......”panggil seseorang dari belakang tempat dudukku dan ternyata itu fadil.
“apaan sih kamu dil.??” Kataku sinis
“kemaren andrian inbokan sama aku,dia nanyain gimana kabar kamu sekarang dan apa kamu udah punya gebetan yang baru.”
“terus????”
“kok terus sih shesi.”
“lha terus kenapa? Masalah buat aku?”kataku dengan sinis
“ishh,munak banget ya kamu shesi,kamu masih berharap dan nunggu andrian tapi kamu sekarang malah kayak ginii. Kamu gak mau tau gimana kabarnya dia sekarang?”
“oh,terus kalok aku udah tau kabarnya dia mau ngapa juga aku.”
“dihh,ngeselin banget sih nih anak.”kata fadil dengan raut wajah jengkel.
ah gak tau aku, aku bingung sama dia , dia bilang sayang sama aku tapi apaan ninggalin gue dan lebih memilih nita, dan udah seminggu lebih gue gak tau kabarnya dia.
“ya kamu tanya donk kabarnya dia gimana.”
“ngapain juga aku tanya kabar dia, tooh disana dia udah bahagia sama nita.”kataku jengkel
“aku bingung deh sama kamu orang,sama-sama munak gak ada yang pada mau ngalah dulu.”
“harusnya dialah, minta maaf enggak , ngasih kabar aku juga enggak. Kalo aku disuruh milih dulu untuk kenal sama dia atau gak, aku akan lebih milih enggak dari pada aku harus sakit hati kaya gini akhirnya.aku malah kecewa bangetkan sama dia sekarang.”
“ya terserah kamu lah shesi, kemaren dia nanyain kabar kamu, ya aku jawab kamu sedih banget saat tau kamu pilih nita daripada shesi.”
“kamu jujur amat sih fadil, aaaah tau deh,benci juga aku lama-lama sama kamu.”kataku meninggalkannya.

            Hari terus berganti, meninggalkan semua kisah yang ada begitupun kisah ku dengan andrian , aku bertekat untuk melupakannya. Aku udah cukup kecewa dengan semua ini. Setiap kali aku berdoa, mendoakannya untuk kembali bersama ku lagi seperti dulu tapi itu semua tak mungkin. Aku memang mencintai dan menyayanginya, selalu fadil yang bilang kepadaku setiap kali andrian curhat kepadanya. Aku bingung dengan semua ini, mencintai seseorang tanpa sebuah kepastian yang pasti.
“ya Allah,apa arti dari semua ini.aku bingung dengan ini semua.ya Allah kalau memang andrian masih jodohku tolong jaga hati dia buat aku ya Allah tapi kalau dia sudah tak mencintaiku lagi tolong bantu dia buat menghapus semua kenang dia dulu saat bersamaku.”

Sebentar lagi liburan semester tiba, 6 bulan sudah berlalu. Sebenarnya momen-momen itulah yang selama ini ku tunggu. Karena liburan sekolah andrian akan datang kerumah neneknya yang ada disini dan ada kemungkinan kita akan bertemu lagi. Tetapi , mendengar kabar kalau andrian mau kesini hatiku biasa saja. Tidak ada getaran-getaran seperti dulu saat aku bersamanya, mungkin karena selama 6 bulan ini aku sudah terbiasa tanpanya, ya meskipun awalannya aku sangat terpukul dan kecewa juga sedih. Tapi sekarang aku sudah mempunyai seseorang yang bisa menggantikan hati andrian di hatiku yaitu yudha. sudah 6 bulan juga aku mengenalnya. yudha datang di kehidupanku ketika hatiku sedang hampa dan kosong tanpa arah. Dia menyembuhkan luka di hatiku, awalnya aku memang tak bisa melupakan andrian karena bagaimanapun juga andrian akan selalu tinggal di hatiku dan dialah cinta pertamaku. Saat kepergian andrian, yudha lah yang selalu menemani hari-hari sepiku. selama 6 bulan aku mengenal yudha, bagiku dia adalah seorang cowok yang baik , pengertian, dan sabar. Sudah 3 kali yudha menyatakan perasaannya padaku , tetapi tak pernah ku jawab aku hanya bilang kepada yudha kalau aku masih mengejar sesuatu. yudha pun mengerti, walaupun dia tak pernah tau aku masih menunggu seseorang , yaitu andrian. Dan yudha masih setia menunggu hatiku. Dan akupun janji akan menjawabnya, aku menerima cintanya atau tidak saat ulang tahun yudha nanti.

Pagi dihalaman sekolah,
besok kita bagi rapot shesi.” Kata rini sahabatku
“iya ,
aku takut nih jadinya masuk jurusan apa ya rin.mudah-mudahan aku masuk IPA ya rin
“udah
kamu yakin aja, kamu pasti masuk IPA. “
“ya mudah-mudahan aja kal
au bisa kita satu kelas lagi, kamu IPA dan aku juga ya rin.”
“amiin.”
“haaai semua.” Sapa fadil sambil duduk di sebelahku
“apaan si
dil, GJ GJ bangett.” Kata ku
“hahaha.... lagi ngomongin apaan si
h? Serius banget?” fadilpun tertawa pelan
“jurusan
dil...” kata rini
“oh gitu yaa...
kamu mah pasti IPA, kalo aku sih maunya IPS.”
“ya amin-amin mudah-mudahan kita masuk ya.” Kataku
“iya amin .” kata mereka berdua
“eh
shesi, btw gimana perasaan kamu sekarang sama andrian?”tanya fadil kepadaku
“yah,
kamu ngomongin andrian lagi.basi tau gak sihh” Jawabku lemes
“dia selau nanyain keadaan kamu sama aku shesi, ya aku jawab kamu baik. andrian juga bilang kenapa dia gak mau ngasih tau kamu. Katanya dia , dia gak mau liatkamu sedih dan ngrasa disakiti. fadil takut kamu bakalan sedih, kalau pun kamu nerima kepergian dia, kasian kamu nya andrian gak pernah ada di samping kamu lagi . Dia pulang juga pas liburan.”
“tapi apa jadinya sekarang dia pergi gak mau ngomong dan itu tambah membuat aku sakit,kecuali kalu dia mau ngomong sekalian pasti aku bisa ngertiin dia fadill.dan sekarang aku juga udah bisa nglupain dia, aku udah dapet pengganti dia sekarang. Namanya yudha dia juga pinter main basket.”
“apa?kamu serius dan secepat itu kamu bisa caripengganti dia. oh ya liburan nanti andrian mau kesini,dia pengen ketemu kamu.”
“iya aku serius fadil.malah sebentar lagi aku jadian sama dia. males ah siapa dia coba.”
“jujur nih aku shesi sama kamu andrian disana memang sudah bersama nita tapi kamu ytang selalu ada dihati dia.”
“udah lah dil semua sudah terlambat.”
#liburan sekolah..

            Saat liburan sekolah shesi dan teman-teman sudah ada janji untuk bermain monopoli dirumah aris.
Siang harinya,
shesi, ayok cepet berangkat main.anak-anak udah pada ngumpul. Jangan lupa monopolinya.”
Aku naik motor di jemput oleh teman dekat ku
rya. Setelah beberapa menit sampai di rumah fadil, akhirnya kita semua main monopoli
aris, si fadil gak dateng?”
“ga
k tau shesi, katanya mau pergi.”
aris adalah teman deketku juga , karena rumahnya adalah basecame kami, tempat kami berkumpul dan bercanda bareng. Tak lama kemudian sambil kita memainkan monopoli , ada suara motor berhenti di rumah aris. Ita temen ku keluar dan membuka pintu. Ku lihat dari arah jendela ternyata fadil, tetapi disana ada seseorang lagi. Memakai helm dan sepertinya aku mengenalnya, Cuma dari jendela tidak terlalu kelihatan. Seseorang itu melepas helm nya dan ternyata. OMG ! batinku. ternyata seseorang itu adalah...
“shesi, ada andrian ntu.”
“hah, serius kamu aris?.”
“iya aku serius ntu anaknya kesini.”
Ya Allah. apa salahku, aku tak ingin bertemu dengannya. Tetapi sekarang kita malah di pertemukan. Apa ini takdirku ya Allah.untuk bertemu dia lagi. Deg. tiba-tiba saja terasa jantungku berhenti, getaran ini sudah lama tak kurasakan. Sangat berbeda sekali bila aku dekat dengan yudha, tidak ada getaran seperti ini. ada apa ini?” batinku
“maafin kami ya shesi ini semua sudah kami rencanakan supaya kamu bisa bertemu dengan andrian lagi.”kata aris. Aku dan andrian hanya tersenyum tipis. Tapi aneh dengan sikapnya andrian yang sekarang, dia bener-bener berubah. Dia tak menyapaku. Bahkan menegurku itupun tidak.dan aku dengan teman-teman yang lain selama kita semua ngobrol, tetapi aku dan andrian tidak juga saling tegur sapa, kenal. tapi kaya ga kenal. Andrian seperti orang asing dalam hidupku yang baru pertama kali bertemu.
“shesi, andrian kalian berdua diem aja.” ledek teman-temanku
“ayo dong kangen-kangenan apa kek mana gitu?” kata rini teman dekatku yang juga ikut meledek
“tau ntu ya, udah ada orangnya malah di cuekin.
Giliran gak ada malah nyariin.”ledek fadil
“apaan
sih kamu dil, gak jelas.” Jawabku sinis
“yaudah lah dil,biarin aja kalau mereka emang mau diem-dieman.” Kata aris
Aku hanya tersenyum ke arah mereka yang menatapku juga andrian. Setiap kali aku memergoki andrian melirikku, dan aku juga meliriknya batinku nangis apa iya andrian gak kangen sama aku, atau minta maaf? Tapi apa nyatanya. itu tidak sama sekali !! yang ku lihat dari sorotan matanya masih ada cinta dan rindu dihatinya. Akupun merasakan itu. Tatapannya, masih seperti dulu, dingin tetapi penuh arti dari sorotan matanya penuh keteduhan. Andai saja tatapan ini bisa membunuh, mungkin aku sudah terkapar olehnya.
Akhirnya kita semua main
MONOPOLI , mainan yang biasa kita mainin kalo gak ada mainan yang bisa dimainin . kita anak SMA tetapi masih main monopoli,. Permainan semakin menegang. Belom ada kepastian siapa yang menang aku ataupun andrian. Dan akhirnya aku pun kalah saat permainan itu. Tapi tak apalah ini hanya sebuah permainan, akhirnya kita semua tertawa bersama.
bahagia itu sederhana,walaupun aku dan andrian tak saling tegur sapa bahkan saat bermain andrian tak juga menatapku.
Tetapi dengan melihat andrian tersenyum atas kemenangannya padaku aku sudah senang. (Bahagia itu sederhana aku mungkin saja melupakanmu ketika kau pergi, dan jauh disana.) tetapi cinta kenapa perasaan itu kembali ada ketika kau datang.
waktu sudah menunjukan pukul 4 sore. Kar
ena hari sudah sore akhinya kita semua memutuskan untuk pulang. Pertemuan yang sangat singkat antara aku dan juga andrian. Sampai pulangpun kita berdua juga gak ngobrol dan hanya saling cuek-cuekan. Ya, itulah andrian yang sifatnya dingin dan sangat cuek.
Malam harinya, Aku masih teringat pertemuan singkat tadi siang. Ini semua seperti mimpi ataukah aku sedang bermimpi?? Sambil memeluk boneka dan tepar di atas kasur aku memutar kembali saat 6 bulan yang lalu , saat andrian meninggalkanku, dan pergi begitu saja tanpa kabar. Dan sekarang dia ada disini menemuiku. Aku tak mengerti apa maksudnya
dret.. dret... ponselku bergetar, tanda sms masuk dan ternyata itu dari
yudha.
malem shesi,apa kabar?”
“hei, baik kok
yudha.”
“oh gitu syukur deh.”
“besok bisakan dateng kerumah
yudha,shesi?”
Ya
Allah.. aku lupa besok tanggal 06 adalah hari ulang tahunnya yudha. Untung saja aku sudah menyiapkan kado untuknya jauh-jauh hari.
“okey, besok
shesi dateng kok.”
“mau
yudha jemput?”
“okeh” diakhiri percakapan pendek itu di sms dan akupun tertidur
Keesokan harinya,
Jam 10:00
yudha sudah sampai di depan pager rumahku. Aku pun pergi kerumahnya di boncengin naik motor v-xionnya.saat diperjalanan pikiranku kosong, entah apa yang aku pikirkan dan akhirnya setelah beberapa menit di perjalanan kita pun sampai di perumahan blok C rumahnya yudha, disana sudah banyak temen-temennya yang berkumpul.
Dipertengahan acara yudha menembakku didepan teman-temanku dan keluarganya.
“shesi,hari ini aku mau tanya sama kamu.kamu mau gak jadi kekasih hatiku,sudah lama aku menunggu kamu untuk jadi pacarku.kamu sudah pernah bilang sama aku kalau saat ultahku nanti kamu bakalan kasih jawaban ke aku.” Kata yudha,akupun termenung diam gak bisa bicara
“iya yudha,aku terima kamu..”entah saat itu aku memikirkan apa dan akhirnya aku menerimanya.
saat itu aku malu. Aku memutuskan untuk menerima yudha karena aku juga suka sama dia , walaupun aku masih mengharapkan andrian untuk menjadi kekasihku. Tapi itu semua tidak mungkin , andrian hanyalah mimpi bagiku yang takkan pernah akan ku memilikinya.
Kejadian kemarin telah berlalu. Kini aku sudah menjadi milik orang lain. aku mungkin bisa belajar untuk menyayangi yudha, namun mungkin tak sepenuhnya karena aku masih mengharapkan cintanya andrian entah sampai kapan.
Baru sehari aku jadian sama yudha ternyata berita itu sudah menyebar ketelinga teman-temanku terutama dengan fadill dan andrian.
Tiba-tiba handphooneku bergetar bertanda ada telpon masuk.ternyata dari fadil sahabat andrian.
“halo,shesi? Hari ini andrian akan pulang.”
“pulang?terus masalahnya sama aku apa?”jawabku sinis
“kamu gak mau nganterin dia sampek terminal.”
“buat apa?emang aku ini siapanya dia?aku sekarang udah jadi milik orang lain.aku gak berhak apa-apa sama andrian.”
“tapii......” belum sempat fadill melanjutkan sudah aku tutup dahulu karena aku sudah sakit hati dan sedih.
Keesokan harinya tepet puku 06.00, telfonku bergetar tanda ada pesan masuk.
“shesi kamu udah bangun belum?” ternyata sms itu datang dari fadill
“udah,kenapa dil?”
“cepet kamu mandi ya.temen-temen sama aku udah nunggu kamu dari tadi untuk kerumah sakit karena andrian masuk rumah sakit.”
“apa??.ya udah aku mandi sekarang.”jawabku kaget dan khawatir
“cepet ya,aku tunggu kamu didepan rumah kamu 15 menit lagi aku sampek rumah kamu.”
Segera aku mengakhiri telfonku, aku bergegas untuk mandi. Dan setelah aku selesai mandi, serta siap untuk berangkat , tiba-tiba saja terdengar bunyi motor depan pagar rumahku, ku lihat dari jendela ternyata itu fadill, aku cepat keluar dan pamit tidak sempet sarapan pagi.
Diperjalanan aku hanya bisa diam dan diam saja.perasaanku udah sangat khawatir sama andrian. Beberapa menit kami diperjalanan akhirnya kami sampai dirumah sakit. Dan saat itu juga terlihat teman-temanku yang sedang menangis,aku berlari menghampiri mereka.
“ada apa? apa yang terjadi dengan andrian.?” Tanyaku dengan nada khawatir
“kamu tenang dulu ya shesi,semalem waktu andrian mau berangkat pulang dia mengalami kecelakaan dan keadaan dia sangat kritis. Kamu sabar ya shesi”jawab rini sahabatku
Tiba-tiba saja ditengah kerumunan mereka yang sedang menangis, aku melihat seseorang memakai baju putih keluar dari arah pintu kamar rumah sakit tempat andrian dirawat. Aku diam dan tak menghampiri seseorang itu. Ku lihat fadill sudah tidak ada disampingku. Aku seperti mengenalnya, wajahnya pucat, lesu, dan dia tersenyum kepadaku. Dia itu andrian? Dia tersenyum padaku? Tapi aku heran mengapa mereka semua masih menangis? Sedangkan andrian dia baru saja kluar dari arah pintu dan tersenyum padaku.dan tiba-tiba saja saat aku ingin menghampiri seseorang itu, seseorang itu hilang? Hilaaaang????? Iya, tiba-tiba saja hilang. Aku tak mengerti kemana bayangan itu pergi.
shesi... “ tiba-tiba rya menghampiriku dan memelukku
“ada apa? kok lo nangis?” tanyaku heran,
rya masih saja menangis di pelukanku
“a
ndrian shesi.. andrian.. aku gak percaya dengan semua ini, padahal waktu kemaren kita abis ngumpul bareng.. aku gak percaya!!
“a
ndrian kenapa? Dia baik-baik ajakan? Barusan aku liat dia keluar kamar dan dia senyum sama gueaku, tapi anehnya dia langsung pergi dan hilang gitu aja pas aku mau nyamperin dia.. yaa.. barusan .” kataku polos tak mengerti
“apa? “
rya menatapku
“iya seius
aku gak bohong tuh barusan dia kesana” aku menunjukkan ke arah bayangan itu pergi
andrian itu udah gak ada natasya, dia pergi ninggalin kita semua.”
“aku gak ngerti, jelas-jelas aku barusan liat dia.”
“ikut
aku sekarang,” di tariknya tanganku masuk ruang kamar andrian
“lihat,dia udah gak ada,
aku gak sanggup dengan semua ini.”
andriann... aku menghampiri andrian yang terbaring lemas dan kaku, juga pucat dan tangannya begitu dingin.”
andrian, bilang ke aku kalau ini gak bener. Andriannn buka mata kamu, bilang kalau ini gak bener. Kenapa kamu gak mau buka mata kamu , andrian plis.” Aku tak bisa menahan tangis
andrian, plissss andrian aku mohon, jangan tinggalin shesi dengan cara seperti ini shesi gak mau ditinggal andrian, shesi sayang banget sama andrian. Andrian bilang, kalau ini bohong, tangan andrian dingin banget, andrian sakit ya? Andrian kedinginan? Tadi andrian baru aja senyum ke shesi andrian bangun.” Kataku dengan air mata yang mengalir dengan derasnya
Pada saat itu juga datanglah yudha.dia melihatku yang sedang menangis tiada hentinya.kemudian dia menghampiriku.
“sayang,kamu yang sabar yaa.oh ya sebenernya aku mau bilang sesuatu sama kamu,tapi kamu jangan marah ya sayang ini semua tentang andrian. Sebenernya selama beberapa bulan ini aku disuruh andrian untuk menjaga kamu karena dia sangat sayang sama kamu.aku sebenernya sahabat dia dari kecil shesi.aku minta maaf yaa shesi aku udah bohong sama kamu tapi ini semua demi kebahagian dan permintaan andrian.”
“Tadi aku juga menemaninya sebelum ajal menjemputnya. Dia berpesan padaku sayang, katanya dia minta maaf sama kamu dan teman-teman kamu juga. Karena dia gak mau buat kamu sedih juga. Tadi aku juga udah cerita ke semua teman-teman kamu dan tadi aku suruh fadil jemput kamu. Maafin aku terlambat ngasih tau kamu.”
Tangisku semakin tak terkendali, aku t
ak bisa menahan semuanyaa.... ini semua telah berakhir, dan akupun kini harus membuka hatiku untuk orang lain
“ aku gak marah sama kamu, aku juga ngerti kal
au misalnya aku ada di posisi kamu saat itu. Aku ikhlasin , walaupun aku masih sakit dan sangat terpukul.”
“ya, seharusnya kamu bersikap seperti itu sayang, itu semua udah
Allah yang atur. Kita sebagai umatnya hanya bisa sabar, ikhlas, dan menerima.”

Cerpen "Cinta Kain Gombal"

Cinta Kain Gombal
Karya : Iis Masruroh

Berawal dari perkenalanku dengan seorang gadis bernama Dwi Astuti Eni Indriati, dia adalah adik dari salah seorang teman 1 club ku di PERSEDEN Denpasar Bali. Aku mengenal Dwi ketika pada suatu hari aku diajak oleh temanku yang bernama Misnadi Amrizal untuk bermain kerumahnya, saat itulah aku dikenalkan dengan adiknya yang bernama Dwi tersebut. Perkenalanku beegitu cepat akrab karena aku dan dia menyukai hobi yang sama yaitu bermain musik.
                Suatu hari ketika aku bermain kerumahnya,  dia memintaku untuk mengajarinya sebuah lagu yang berjudul ‘Kau dan Si Buah Hati’ yang di populerkan oleh Pance, dengan tekun dan giatnya ia belajar kunci-kunci lagu tersebut, dan di sela-sela belajar lagu itu aku memberikan beberapa motivasi, tak lupa akupun menyarankan agar jangan berpacaran dahulu sebelum berusia 17 tahun karena saat ini Dwi masih kecil dan belum cukup umur, sekolah dulu yang bener, rajin belajar dan manfaatkan waktu sebaik mungkin.
                Hari berganti hari seiring dengan berjalanya waktu walaupun aku tinggal di MESS aku selalu menyempatkan waktu unyuk berkunjung kerumah Dwi yang jaraknya tidak seberapa jauh dengan MESS tempat tinggalku, setiap kali aku kesana dia selalu meminta aku mengajarinya bermain gitar sambil menyanyi. Tanpa ku sadari aku merasakan ada sesuatu yang berbeda setiap kali aku didekatnya, dan pada suatu ketika aku menyanyikan sebuah lagu yang berjudul ‘Bunga Mawar’ aku tatap wajahnya yang sedang tersenyum padaku, akhirnya aku putuskan inilah saat yang tepat untuk aku mengatakan yang sejujurnya tentang perasaanku, akhirnya aku hentikan permainan gitarku, Aku katakan padanya bahwa aku menyukainya bahkan sejak pertama kali kita bertemu. Namun betapa terkejutnya aku ketika dia hanya tersenyum sambil berkata ‘gombal’, lalu meminta gitarku dan memainkannya. Di pertemuan-pertemuan lainpun ketika aku mengatakan yang sejujurnya mengenai isi hatiku dia selalu menjawab ‘gombal’, berawal dari sinilah aku merasa dongkol, kesal, marah, kecewa, dan akupun berusaha menjauhinya karena aku merasa cintaku hanya bertepuk sebelah tangan. Namun, disaat aku berusaha untuk menjauhinya dengan tidak datang kerumahnya lagi justru dia yang sering dating keMESSku untuk bertemu dan memintaku untuk mengajarinya bermain gitar bahkan dia sering membawakan makanan untuk aku dan kakaknya, tetapi disaat aku mengungkapkan perasaanku untuk yang kesekian kalinya dia tetap dan selalu menjawab ‘gombal’. Hingga pada akhirnya aku putuskan untuk tidak mau menemuinya lagi, aku menghindar ketika dia datang dengan berbagai alasan capek, ngantuk karena aku tidak mau bertemu lagi dengannya.
                Waktu berjalan kian berlalu, tanpa terasa sudah berbulan-bulan aku tidak bertemu dengannya karena bersamaan dengan itu aku harus fokus  di kompetisi divisi I liga DUNHIL Denpasar. Pagi itu menjelang keberangkatanku ke Gresik Misnadi memberikan secarik kertas yang katanya itu titipan dari adiknya. Aku buka surat itu dan kubaca isinya, didalam surat itu dia memintaku untuk datang kerumahnya nanti malam tepat jam 19.00. Bahkan dalam penutup suratnya tertuliskan kalimat ancaman ‘kalau tidak datang akan menyesal’. Karena aku penasaran akupun mendesak Misnadi untuk mengatakan yang sejujurnya.
 “Sebenarnya ada hal apa kok di dalam suratnya penting dan harus datang” Tanyaku kepada misnadi.
Jawab Misnadi, “Nanti malam ada acara ulang tahun Dwi.”
Tadinya aku tidak lagi menghiraukan surat itu, bagiku ini akan menambah sakit hatiku. Namun, ketika teringat kata-kata ‘gombal’ yang sering dia ucapkan, timbulah ide jahilku untuk mengerjainya. Maka akupun datang dengan membawa kado yang berisi potongan-potongan kain yang aku dapat dari sisa-sisa kain di tukang jahit, kubungkus kado tersebut dengan rapi dan cukup besar, dengan harapan agar sakit hatiku sedikit terbalasakan.
                Tepat jam 19.00 aku sampai dirumah Dwi, aku datang dengan kadoku yang telah terbungkus rapi. Diapun menyambutku dengan senyuman manisnya,
“Apa kabar mas….?” Tanya Dwi.
”Apa adanya.” Jawabku.
Karena bagiku ini adalah partai balas dendam dengan ucapan-ucapan itu, setelah aku memberikan kadoku aku berniat pulang ke MESS karena besok aku akan berangkat ke Gresik, tujuanku supaya aku bisa istirahat tidur malam ini agar kondisiku fit dan bagiku untuk apa juga aku berlama-lama disini bagiku suasana disini sudah asing dan tidak senyaman dulu lagi. Tetapi ketika aku pamit Dwi memohon agar aku menemaninya sampai proses acara itu selesai, dia sampai menangis agar aku mau menemaninya sampai acara puncak.
                Tepat jam 24.00 acara puncak di mulai dengan tiup lilin dan potong kue, sambil menyanyikan lagu selamat ulangtahun bersama-sama dia potong kue tersebut dan potongan pertama dia berikan padaku. Kemudian dia memintaku untuk menyanyikan lagu kesukaannya ‘Kau dan Si Buah Hati’ . bagiku ini tidaklah ada yang istimewa dan aku berjanji setelah aku menyanyikan lagu ini aku akan pamit pulang. Bagiku ini sekedar membuat hatinya senang saja dan menghormati kakanya. Tepat jam 24.32 aku pamit pulang, ketika itu Dwi mengajakku kehalaman depan rumahnya, dimana disitulah tempat dulu aku mengajari Dwi bermain gitar.
 Mas boleh pulang, tapi Dwi minta waktu 10 menit saja!” ucap Dwi memelas.
Saat itu aku bengong seperti orang bego.
 “Apalagi ini…!!!” ucapku di dalam hati.
 Karena bagiku semua sudah selesai. Dwi pun memintaku duduk di ayunan dan dia duduk bersimpuh dibawahku.
Dwi berkata,” Mas… tolong ucapkan 1x lagi ungkapan perasaan mas padaku!”
 Tanpa basa-basi aku pegang kedua tangannya dan aku ucapkan,
 “Aku cinta dan amat sayang kepada Dwi Astuti Eni Indriati”, diapun berdiri dan mencium pipiku seraya berkata,
” Mas… malam ini aku terima cintamu dan akupun sudah lama menunggu malam ini untuk memberikan jawaban kata hatiku, maaf mas… aku aku seperti ini karena aku ingat pesan mas yang memintaku untuk tidak berpacaran dulu sebelum usiaku 17 tahun. Dan malam ini adalah hari pertamaku di usiaku yang ke-17 ”
                Kemudian dia masuk ke rumah dan mengambil gitar, aku masih bingung dan belum percaya dengan pernyataan dan jawaban Dwi. Jujur… aku sangat terkejut dan pikirannku sangat berkecamuk antara bahagia dan bingung. Hal ini bukan karena cintaku terbalaskan tapi karena kadoku yang berisi pongan-potongan kain bekas (gombal). Dan akhirnya aku menyadari betapa bodohnya aku, dulu aku yang menyarankan Dwi untuk tidak berpacaran, kenapa justru aku yang mengungkapkan sebelum pada waktunya.
Setelah kejadian itu aku dan Dwi pun resmi berpacaran, dan keesokan harinya kami (club) bersama ayah, ibuku dan Dwi ikut serta berangkat ke Gresik untuk menonton permainan liga ku untuk pertama kalinya.


Saturday, 11 January 2014

Cerpen "AMEMAYU HAYUNING BUWANA"

AMEMAYU HAYUNING BUWANA
pembuka  pintu terlarang di villa klasik
           
Karya : Rista chandra devi


           
            sweat seventeen hal yang sering kita dengar sebagai simbol kebahagian usia 17 tahun. Tania chalista bouttier  adalah namaku. biasa dipanggil tania, tepat berusia 17 tahun hari ini.   Aku  putri tunggal dari  bapak Tony bouttier dan  ibu meilani bouttier, yang menerima  kejutan yang tak pernah aku  bayangkan dari kedua orang tuaku . Sebuah villa klasik di daerah bandung  seperti yang aku inginkan sejak dahulu.aku  memang gadis yang menyukai benda – benda klasik. Dan Meski berusia 17 tahun, kedua orang tuaku tak menginjinkanku mengemudi sendiri, aku selalu didampingi oleh supir kepercayaan papa ,namanya  pak ibing. Karena bertepatan dengan libur sekolah aku berencana  ingin  merayakan ulang tahun di vila bersama sahabat sahabatku yaitu amelia yang baik dan pintar ,rere yang usil namun penakut ,pinkan gadis cerdik yang mudah tersinggung,dan meisya yang manja.
            Sebelum berangkat tania pamitan kepada mama dan papanya
“ma.... pa  hari ini tania mau lihat villa yang di bandung  ya” kemuadian mama tania menjawab “iya hati hati sayang jangan lupa bawa vitamin yang udah mama siapin ya ! “
“tadi papa sudah suruh bibi penjaga villa untuk persiapkan kedatangan kamu ” kata papa tania
“makasi mama ... makasi papa tania ” sahut tania
Tak lama para sahabat tania datang
“pagi tante.. pagi om ” ucap mereka
“pagi juga amel,rere,pinkan,meisya. Ayo sarapan dulu perjalanan kalian jauh lo” jawab papa dan mama Tania
“terimakasi tante tapi kami sudah sarapan” sahut amel
“oh ya sudah minum dulu susu hangatnya” kata mama tania
            Setelah itu aku  dan sahabat-sahabatku segera memasukan koper-koper kedalam mobil tentunya dibantu dengan pak ibing dan berangkat menuju bandung.sesampainya disana aku  terpesona melihat villa itu. Sangat klasik dengan ukiran kuno di pintu depan dan hiasan lampu kuno seperti yang pernah kulihat di daerah jogja, namun memiliki model yang berbeda. Aku di sambut oleh bibi  ijah dan pak dadang, mereka membawakan koper kami ke kamar . saat pintu terbuka aku terpana melihat suasana dalam villa yang terkesan kuno namun nyaman sekali. Aku kira, aku akan betah berlama-lama di vila ini. Aku dikagetkan dengan suara temanku
“tan, villa klasikmu kok lama –lama agak menyeramkan ya ” kata pinkan
“justru yang begini aku suka, klasik banget jadi gmana gitu” sahutku
“tan yang dibilang pinkan ada benarnya loh, auranya mistis ” kata meisya
“aduh pinkan,meisya kalian ini kebanyakan nonton film horor ya jadinya gelisah sendiri, tenang aja villa ini aman kok kata papa aku. Lihat tuh rere dan amel mereka biasa aja”kataku
“iya villa kamu bagus tapi, sebenernya aku juga takut”kata amel
“rere biasa aja kok ”kata rere
“yasudah supaya gak horor kita jalan-jalan aja yuk ke sekitar desa sini saja ”
             kami memutuskan untuk berjalan jalan ke sekitar desa yang kebetulan terdapat sebuah sungai batu yang jernih. Aku dan sahabatku terhenti sejenak untuk  bermain air di sungai batu itu. Tak lama ada dua orang anak datang, rupanya anak bi ijah dan mang dadang yang bernama asep dan neneng.
“maap, ini teh non tania yah ?”kata anak laki laki itu
“iya, saya tania, kamu siapa ?”jawab ku
“saya asep dan ini teh adik saya neneng namanya, saya anak bi ijah dan mang dadang non”
“oh, asep dan neneng jangan panggil aku non ya, panggil saja tania ” kataku
Kemudian neneng menjawab “saya tidak berani atuh, non”
“tidak apa panggil aku tania saja. Perkenalkan mereka temen temanku ada amelia,rere,pinkan,dan meisya” kataku
“hai” kata sahabat-sahabatku
            Rupanya bi ijah menyuruh mereka menemani kami berjalan jalan di desa.bi ijah takut kami  tersesat. Kami diajak berjalan –jalan ke sungai,persawahan,juga melihat seluruh kegiatan di desa itu. Walau terasa lelah kami tetap semangat karena momen ini tak pernah kami dapat di jakarta. hari menjelang malam, mereka  pulang dan mempersiapkan acara barbeque untuk merayakan ulang tahun tania. Semua telah dipersiapkan oleh bi ijah dan mang dadang beef,bumbu,dan alat pemanggang sudah mereka siapkan tak lupa dengan kembang api yang sudah disediakan oleh mang dadang.
“tan,main kembang api dulu yuk, kayaknya seru deh” ucap rere
“iya ayo”
Setelah rangkaian acara selesai, kami membantu bi ijah membereskan semua dan pergi beristirahat ke kamar kami. Keesokan harinya sekitar pukul 05.00 wib, aku melaksanakan kewajibanku kepada tuhan. Ketika aku selasai berwudhu, tanpa sengaja aku mendengar suara aneh setelah kuikuti sumber suara itu berasal dari ruangan aneh di ujung lorong.
“ruangan apa ini, ”kataku
Pintunya memiliki ukiran yang sangat menawan, tentunya jauh lebih klasik dibanding pintu utama di villa ini. Pintu ini terkunci. Aku melihat ke atas, rupanya kunci pintu ini tergantung tepat di atas pintu.Saat aku akan membuka pintunya tiba-tiba aku dikagetkan oleh suara perempuan
“jangan dibuka” katanya
“astagfirullah. Bi ijah mengagetkan saja” kataku
“non tania mengapa ada disini ? ” tanyanya
“tadi saya wudhu bi, terus saya lihat ada suara aneh dan setelah saya ikuti suara itu bersumber dari ruangan ini. Memang ini ruangan apa bi kok pake dikunci ?” tanyaku
“maaf non, saya tidak tahu. Sejak 20 tahun lalu saya menjaga villa ini belum pernah masuk kedalam ruangan terlarang ini. Karena pemilik villa yang terdahulu melarang siapapun untuk masuk non. Dan sebaiknya non jangan masuk kedalam ya..saya takut non ”jawab bi ijah
“takut ? takut kenapa bi ?”tanyaku penasaran
“pokoknya saya takut non. Ayo non kita kembali saja ”
            Kami meninggalkan ruangan itu karena bi ijah menarik aku untuk menjauhi ruangan itu. Aku sangat penasaran. Seluruh kejadian yang kualami saat itu, membuatku semakin ingin memasuki ruangan terlarang itu.
“tan.. tania kok bengong” kata amelia
“maaf mel, aku mau cerita ni ” kataku
“cerita aja memang tentang apa ?”sahut pinkan
“begini ceritanya ”
Akhirnya aku menceritakan kejadian itu ke sahabat-sahabatku. Awalnya mereka tak percaya namun untuk menbuktikanya, aku berencana memasuki ruangan itu bersama mereka. Hari yang kunanti tiba,keesokan harinya saat bi ijah dan mang dadang sedang meninggalkan villa, aku dan sahabatku masuk keruangan itu, ruangan itu nampak seperti gudang yang sudah lama tak dibersihkan. Banyak jaring laba-laba dan debu di setiap sudut ruangan. Dan benda-benda kuno memenuhi ruangan itu. Tapi yang membuat aku heran suara apa yang malam itu kudengar. Sedangkan tak seekorpun binatang kami temukan disana. Aku melihat sebuah benda yang unik, tergantung tepat disebelah lemari. Bentuknya seperti kalung namun bukan, itu  sebuah kompas. Saat aku menarik kompas itu tiba tiba lemari itu bergeser. Kulihat ada  sebuah jalan rahasia menuju bawah tanah. Karena penasaran kami memutuskan untuk turun mengikuti anak tangga itu. Sesampainya di bawah kami berlima melihat ada sepasang pintu usang yang sangat berdebu. Kami bingung bagaimana cara membuka pintu itu. Kami tidak melihat ada kunci atau alat apapun disekitar pintu. Saat itu sahabatku amelia yang pintar, melihat ada tulisan di atas pintu itu.
“eh , lihat tulisan itu” sambil menunjuk
“tulisan apa itu ”tanya rere
“aksara jawa kuno, ia tidak salah lagi itu tulisan jawa kuno” kataku
“bagaimana bacanya ?”kata pinkan
“aku juga tidak terlalu bisa membaca aksara jawa kuno” jawabku
“hm, aku punya ide.asep dan neneng mereka pasti bisa membaca tulisan itu ”kata amelia
“bagus kamu memang pintar amel. Bagaimana kalo besok kita kembali lagi kesini bersama asep dan neneng ?”
“ok aku setuju ”kata amel
“Iya setuju“ kata meisya
“kami juga”kata rere dan pinkan
“ayo sekarang kita kembali saja, aku takut bibi curiga karena kita sudah menghilang cukup lama”
            Kami memutuskan kembali keatas karena takut bibi dan mang dadang curiga. Keesokan harinya kami mengajak neneng dan asep ke ruangan itu.
“asep, neneng tunggu ”kataku
“eh.. ada apa non”kata asep
“begini sep aku butuh bantuan kamu dan neneng “kataku
Kemudian aku menceritakan kejadian yang kemarin pada neneng dan asep namun asep menolak untuk ikut karena mereka dilarang masuk ke ruangan terlarang itu oleh ibu dan bapaknya .
“tolonglah kalian pasti penasaran juga kan apa isi ruangan terlarang itu”kata amelia
“iya, ayolah sep,neng.kami butuh bantuan kalian”kataku
“haduh, bagaimana ya non ? yasudah atuh neneng ikut saja. A’a asep bagaimana ? ”
“a’a asep yasudah ikut saja” kata asep
“nah, bagus kalo begitu kita tunggu waktu yang tepat untuk ke sana,jangan sampai bi ijah dan mang dadang tahu ”kataku
“bagaimana jika besok pagi, biasanya ambu dan abah kan kepasar pagi ” kata neneng
“iya aku setuju ”kataku
            Keesokan paginya saat mang dadang dan bi ijah akan pergi berbelanja sayur ke pasar, aku,rere,pinkan,meisya,amelia,neneng dan asep, berpamitan pergi ke sekitar villa untuk memotret alam. Dan bibi dan mang dadang pun mengizinkan kami karena kami pergi dipandu oleh neneng dan dadang. Saat bibi dan mang dadang Pergi, kami segera menuju ruangang terlarang. Dan seperti kemarin kami melewati lorong tangga bawah tanah, hingga sampailah kami di depan pintu terakhir yang bertulis aksara jawa kuno.
“apa kalian bisa membaca aksara jawa itu ?”tanyaku
AMEMAYU HAYUNING BUWANA”ucap  asep
Dengan seketika pintu itu terbuka, dan pandangan kami ditutupi oleh kabut dan cahaya yang terang.kami mencoba terus berjalan dan menembus kabut itu. Terkejutlah kami saat melihat negeri  lain yang ada di dalam pintu terlarang itu.
“subhanallah, indah sekali pemandanganya non”kata neneng
“iya neng aku belum pernah melihat bunga dan danau seperti ini ”jawabku
“tan coba kamu liat hewan yang terbang itu ”kata amelia
“suara itu. Iya tidak salah lagi memang  suara yang kudengar waktu subuh itu . hewan apa itu ?”tanyaku
“iya di kebun binatang manapun aku tak pernah melihatnya”kata meisya
Pterodactyl,Hewan ini bentangan sayapnya yang lebar mencapai 10 m dan sudah punah sekitar 65,5 juta tahun yg lalu. Berarti ....”kata amelia
“kita berada di lokasi saat hewan purba masih hidup ” kata rere
“bisa jadi”kata amelia.
            Kami berjalan menyusuri setiap jalan yang ada di negeri  purba itu. Kami melihat berbagai tumbuhan asing yang belum pernah kami lihat sebelumnya.dan banyak sekali hewan-hewan langka khas zaman purba seperti Mammoth(gajah purba),Smilodon(tubuh yang lebih menyerupai beruang karena bulunya menyerupai beruang, dan bagian perut yang lebar),pterodactyl(kadal yang bersayap). Kami berjalan terlalu jauh dan tak sadar lupa jalan menuju dunia kami.saat kami menyusuri jalan pulang menuju pintu terlarang kami hanya berputar-putar di tempat yang sama. Saat itu aku dan sahabatku benar –benar lelah dan takut. kami memutuskan untuk beristirahat di bawah pohon purba. Pohon itu mirip dengan pohon beringin.tak lama kami mendengar suara raungan. Semakin lama suara itu semakin mendekat. Kami berlari secepat mungkin menjauhi suara itu.
            Semakin lama Suasana di negeri itu semakin aneh. Kami merasa pancaran sinar matahari di negeri itu lebih lama dibanding dunia kami. lalu kami melihat dari jam tangan yang digunakan meisya, seharusnya sekarang pukul 19.00 malam. Namun suasana di negeri itu seperti siang. Kami bingung harus pergi kemana. Pandangan kami tertuju pada sebuah pondok kecil yang teduh.
“tan, aku lelah banget ”kata meisya
“iya sabar ya meis lihat itu ada pondok kecil ayo kita kesana siapa tahu ada manusia disana”
“jangan tan aku takut ”sahut rere
“tidak apa rere ayo kita coba kesana ” kataku
            Aku mengetuk pondok kecil itu. namun tidak ada tanda – tanda penghuni pondok. Rupanya pintu itu tidak terkunci lalu kami masuk dengan perlahan. Di dalam pondok kami melihat berbagai perlengkapan seperti di rumah pada umumnya. Bedanya peralatanya lebih sederhana dan terbuat dari batu. Kami beristirahat sejenak. Sembari menunggu jika pemilik pondok datang. Tak lama kami mendengar pintu dibuka. Dengan ketakukan dan panik kami memberanikan diri untuk melihatnya. Kami melihat makluk aneh namun bila diamati lagi rupanya mirip dengan manusia. Hanya saja ukuran tubuhnya yang lebih kecil dan membungkuk. Makhluk itu bisa berbicara seperti kami, hanya suaranya lebih  pelan.
“maaf kami tidak bermaksud jahat, kami hanya menumpang untuk beristirahat di pondok anda”kataku
“tidak apa mari silakan ”kata mahluk itu
“siapa nama anda ? dan apa nama negeri ini ?” tanyaku
“aku kurcil. Kalian berada di negeri  purba. Aku tahu kalian pasti  manusia, Sebelumnya tidak ada manusia yang sampai  ke lokasi ini ”kata kurcil
“benarkah ? kami memang manusia perkenalkan namaku tania, ini rere,asep,neneng,amelia,meisya,dan pinkan”  kataku
“hai ”kata sahabat-sahabatku
            Setelah itu kami berbincang bincang tentang alam yang ada di negeri  purba. Kami menceritakan semua kejadian yang kami alami kepada kurcil. Akhirya kurcil bersedia mengantarkan kami pulang. Namun kurcil berkata hanya bisa mengantarkan kami sampai perbatasan danau yang kami lewati tadi. Karena makhluk seperti kurcil merupakan incaran dari hewan predator purba. Kami melanjutkan perjalanan pulang menuju pintu terlarang. Tak terasa sampailah kami di perbatasan danau yang kurcil katakan. Disana kami harus berpisah dengan kurcil
“terimakasih banyak kurcil kamu sangat baik pada kami” kata pinkan
“sama sama” kata kurcil
“jadi disini kita harus berpisah  ya”kata meisya
“kami pasti merindukanmu kurcil sahabat baru kami dari negeri purba”kataku
“kami janji kurcil suatu hari nanti kita akan bertemu lagi disini ”kata rere
“iya kami akan menemuimu ”kata amelia
“kami sangat senang bisa berjumpa denganmu kurcil”sahut asep
“terimakasih kalian bangsa manusia memang sangat baik aku senang bersahabat dengan kalian. Tapi sekarang aku akan kesepian karena kalian akan meninggalkanku sendiri ”kata kurcil
“jangan bilang begitu kurcil, kan kami sudah berjanji akan mengujungimu lagi ”kataku
“iya aku percaya kalian, yasudah itu pintu terlarang sudah ada di depan kalian. Sampai jumpa sahabatku”
“sampai jumpa lagi kurcil” kata kami sambil memeluk kurcil
            Kami berjalan menuju pintu terlarang, asep kembali menggucapkan “AMEMAYU HAYUNING BUWANA” kunci  pembuka pintu terlarang itu.terbukalah pintu  dan kami segera masuk sebelum pintu itu tertutup kembali. Setelah pintu itu tertutup kami segera naik tangga menuju villa karena kami yakin, bibi ijah dan mang dadang sudah binggung mencari kami semua. Saat kami kembali ke villa benar sekali mang dadang,bi ijah dan seluruh warga desa sedang kebingungan mencari kami. Saat itu kami tidak menceritakan pengalaman yang kami alami di negeri purba kepada mereka. Biarlah itu menjadi rahasia kami bertujuh.
Setelah kejadian ini kami baru mengerti arti “AMEMAYU HAYUNING BUWANA” Pepatah Jawa ini secara harfiah berati mempercantik kecantikan dunia. Pepatah ini menyarankan agar setiap insan manusia dapat menjadi agen bagi tujuan itu. Bukan hanya mempercantik atau membuat indah kondisi dunia dalam pengertian lahir batin, namun juga bisa membuat hayu dalam pengertian rahayu ’selamat’ dan sejahtera.


Selesai 

Cerpen "Temanku adalah Alien"

Temanku adalah Alien
Karya : olifah18



            Profesor Bori Valmore adalah nama ayahku dan Profesor Valmore itu nama kakekku. Sejak aku lahir aku tak pernah melihat ayah dan kakekku, yang aku dengar dari orang-orang ayah dan kakek menghilang setelah mereka melakukan uji coba pesawat ulang aling buatan mereka. Namaku Borischa Valmore dan mamaku Rischa Balder. Setiap aku menanyakan tentang ayah, mama pasti menjadi diam dan tak ingin membahasnya, jadi jika kau ingin mengetahui tentang kakek dan ayah aku akan menanyakannya kepada kakek Hock. Kakek Hock adalah sahabat kakek sejak kecil, aku sudah menganggap kakek Hock seperti kakekku sendiri. Sejak ditinggal oleh istrinya kakek Hock memutuskan untuk tinggal di Laboratorium Hocval. Laboratotium Hocval adalah milik kakek Hock dan kakekku.
            Sudah lama aku tak bertemu dengan kakek Hock sejak liburan tengah semester lalu. Untuk liburan kali ini aku berencana untuk mengunjunginya dan mungkin berlibur disana. Saat pulang sekolah didalam mobil aku menyampaikan rencana liburanku kepada mama tapi ternyata mama sudah memiliki rencana lain untuk liburan kali ini. “pokoknya aku mau liburan tempat kakek Hock ma.. “ kataku, “ tapi mama sudah memesan tiket buat kita pergi ke Thailand bosek” jawab mamaku, “ kita kesana mau liburan apa mama mau menyelesaikan pekerjaan mama ?” kataku dengan agak keras, mama hanya diam dan tak menjawabku sama sekali. Hari sudah malam akhirnya kami sampai dirumah, mama tak juga mengeluarkan sepatah katapun.
            Keesokan paginya saat sarapan, “ kamu sudah menyiapkan barang-barang kamu kan, nanti ibu mau pergi ke Lab. Hansyn dulu baru jemput kamu lagi , oke” kata mama,
“ kita jadi ke tempat kakek Hock ya mama , asik… “ kataku gembira,
“ tidak kita ke Thailand, semalam kan sudah mama kasih tau” jawab mamaku
“ aku gak mau ke Thailand aku maunya tempat kakek Hock ma…” jawabku kesel
“ liburan kemarin kan kamu sudah kesana..” kata mama
“ ya tapi aku maunya kesana, “ kataku
“ gak bisa, mama sudah pesen tiketnya pokoknya kita harus ke Thailand” jawab mama
“kita ke thailand mau liburan apa mama mau menyelesaikan pekerjaan mama ? kalau memang mama ke sana Cuma mau menyelesaikan pekerjaan mama , lebih baik mama mengantarkan aku ke tempat kakek Hock dan biarkan aku liburan sendirian disana “ sentakku
“ mama gak ada waktu untuk mengantarmu kesana, sudah kali ini kamu ikut sama mama.” Jawab mama dan meninggalkan ku sendiri di meja makan. Dengan kesal aku menuju kamarku dan mengambil semua barangku dan memutuskan untuk pergi sendiri ke tempat kakek Hock selagi mama lagi pergi ke Lab. Hansyn.
            3 jam perjalanan dengan mengunakan bus antar kota, akhirnya aku sampai juga aku pun berhenti di station dan melanjutkan perjalanan menuju arah utara, lalu melewati hutan kecil sekirat 20 menit berjalan aku pun sampai di laboratorium Hocval. Dalam perjalanan mama menelfonku terus menerus tapi tak aku angkat karena aku masih kesal dengannya.
 “ kakekkkkkkk……” teriaku
“ cucuku….., kamu gak papa kan? Kenapa kamu nekat berangkat sendirian, mamamu khawatir sama kamu dan kenapa kamu tak mengangkat telfonnya?” kata kakek Hock
“ kakek ini aku belum aja duduk udah dikasih banyak pertanyaan begitu,” protesku
“ itu karena kamu sudah bikin khawatir kakek dan mamamu.” Jelas kakek Hock
“ mama pasti nelfon kakek. aku kesal sama mama kek, aku sudah bilang aku mau liburan kesini tapi mama maksa aku untuk ikut mama ke Thailand, aku gak mau. Aku berangkat sendiri kesini karna mama gak mau mengantarku.” Jelasku
“ tapikan setidaknya kamu mengangkat telfon dari mamamu.” Kata kakek
“ habis mama ngeselin kek” jelasku
“ sudah-sudah kamu beresin barang-barangmu lalu kita makan, kakek mau menelfon mamamu dulu agar ia tak khawatir lagi” kata kakek
            Aku pun menuju kamar yang biasa aku tempati, kata kakek itu dulu kamar ayahku saat melakukan penelitian jika tidak pulang kerumah karena itu di kamar itu masih banyak barang-barang ayah ada diary, buku catatan kerja dan masih banyak bahkan di dalam sebuah lemari ada berbagai macam cairan, dan bahan ntah buat apa.
            Selesai membereskan barang-barang dan mandi aku pun menuju ruang makan. Kakek Hock udah memasak makan kesukaanku, kamipun makan bersama. Seusai makan kakek Hock menunjukan hasil penemuannya selama ini setelah terakhir penemuannya tentang Blackholl, ada sebuah planet asing sekarang berada di dekat bumi, planet tersebut belum ada namanya. Planet tersebut sangat gelap tak juga memantulkan cahaya matahari, ukuranya lebih besar dari bumi, planet itu juga tidak memiliki jalur lintasnya alias itu planet yang berkeliling bebas. Kakek Hock memintaku untuk memberi nama planet tersebut sebelum kakek Hock melaporkannya ke NASA. Aku memberi nama SILA FARIUS. Setelah itu kakek melanjutkan untuk menujukan semua hasil temuannya tentang planet tersebut dan tak terasa sudah malam. Setelah makan malam kakek mengajakku ke suatu tempat. Kami keluar laboratorium dan berjalan menuju utara ada sebuah seperti laboratorium kecil. Kami pun masuk kedalam, ternyaka disana terdapat banyak semacam computer tetapi tak seperti computer biasanya.
“ ini dulu ruang penelitian makhluk luar angkasa milik ayahmu “ jelas kakek Hock
“ penelitian makhluk luar angkasa?” Tanya ku heran
“ ya, dulu ayahmu percaya akan adanya makhluk luar angkasa dan ada kehidupan lain selain dibumi, sehingga ayahmu membuat laboratorium ini untuk melakukan hubungan dengan makhluk luar angkasa.” Jelas kakek Hock
“ lalu, apa ayah sudah bisa menghubungi makhluk itu? “ tanyaku
“ mungkin sudah.” Katanya
“ mungkin? Maksudnya kek?” tanyaku
“ kejadiannya tepat 2 hari sebelum kamu lahir, sudah lama ayahmu mencoba menghubungi makhluk luar angkasa dan akhirnya mendapatkan balasannya, saat itu ayahmu sangat gembira dan inging langsung mengabarkan semuanya kepada halayak umum, tak satupun yang percaya pada ayahmu. Karena pada computer ini sudah diberi alat pemdeteksi tempat ayahmu juga mengetahui berasal dari mana balasan tersebut karena ingin membuktikan tentang itu ayah dan kakekmu ingin melakukan perjalanan menuju planet tersebut dengan menggunakan pesawat ualng aling buatan kakekmu yang belum pernah di uji coba sama sekali.” Jelas kakek Hock semua yang sebenarnya.
“ lalu kek?” tanyaku sangat penasaran akan kebenaran
“ saat itu ibumu dalam keadaan mau melahirkanmu, pihak rumah sakit bolak-balik berusaha menghubungi ayahmu tetapi karena handphone ayahmu tertinggal di ruangan ini maka ia tak mengetahui tentang hal itu.” Kata kakek Hock
“ pantesan ibu selalu diam jika aku Tanya tentang ayah. Lalu kakek dimana?” kataku
“ kakek sedang berada di rumah sakit karena istri kakek sedang menjalani operasi jatung. Kakek gak tau jika kakek dan ayahmu ingin melakukan perjalanan ke luar angkasa. Ketika keesokan paginya berita internasional mengabarkan satelit milik NASA merekam sebuah potongan badan pesawat yang meledak di luar angkasa yang diduga milik kakek dan ayahmu. Kakek sangat shock apalagi kakek mendapatkan istri kakek operasinya gagal.” Jelas kakek yang meneteskan air mata
            Aku pun juga mengeluarkan air mataku karena sudah mengetahui yang sebenanya. Apa benar ada makhluk luar angkasa? Pertanyaan yang timbul dalam benakku. Kakek Hock pun meninggalkan ku di ruangan ini sendirian. Aku penasaran dengan semua komputer-komputer ini. Aku pun menyalakan semua komputer-komputernya, ketika sudah menyala komputer utama meminta sebuah password. Aku mencoba dengan nama ayah tapi tak berhasil, aku ingat waktu aku membaca buku diary ayah semua tentang mama, apa mungkin passwordnya tentang mama?. Aku pun mencobanya dengan nama mama tak berhasil juga, aku coba lagi dengan tanggal ulang tahun mama tak berhasil juga, dengan tanggal pernikahan juga tak berhasil juga apa memang bukan tentang mama, tapi aku kepikiran apa mungkin panggilan kesayangan ayah ke mama “MANOLONDA (BIDADARI dalam bahasan byelorusia)” dan akhirnya berhasil. Saat layar sudah terbuka tiba-tiba harus menjawab beberaoa pertanyaan dengan memilih jawabannya, pertanyaannya sama persisi dalam buku kerja ayah akhirnya akupun dapat menjawab semua pertanyaan tersebut saat menjawab pertanyaan dari jawaban-jawaban itu seperti membuat sebuah kunci nada. Aku mencoba kunci-kunci tersebut pada komputer yang satunya, saat aku menekan tombolnya menimbulkan bunyi, aku mencoba semua kunci-kuncinya dan bebunyi seperti sebuah pesan, apa ini pesan yang ayah berikan untuk menghubungi makhluk luar angkasa?. Aku pun menunggu akan jawaban yang datang tapi tak ada jawaban. 2 jam aku menunggu tapi tak ada juga, mungkin bukan ini. Aku kecewa dan aku memutuskan untuk kembali ke laboratarium Hocval.
            Setelah aku menguncinya, tiba-tiba ada suara seperti ledakan yang berasal dari arah hutan, aku berusaha menghubungi kakek Hock dengan tombol peringatan yang ada di dekat pintu yang menghubungkan langsung ke Laboratarium Hocval, karena penasaran aku berlari menuju sumber suara tersebut kepulan asap putih menghalangi pandanganku. Ketika asap itu menghilang aku melihat sebuah pesawat yang terbalik dan aku juga mendengar suara aneh. Saat aku menyelidikinya ternyata
“ kamu siapa? Kok ada disini? Mari aku bantu” kata ku pada seekor makhluk seperti manusia wujudnya sama persis dengan manusia tapi matanya yang berbeda matanya yang lebih besar.
            Saat aku menawarkan bantuan ia melihat aku dengan tatapan yang jujur membuat aku takut tapi aku gak tega melihatnya tertimpa pesawatnya yang memang tak seperti pesawat biasanya. Setelah ia bebas, ia menodongkan aku dengan sebuah senjata seperti leser. Aku sangat terkejut saat melihat ia memiliki ekor. Awalnya aku piker dia manusia tetapi manusia tak memiliki ekor dan aku pun menyimpulkan bahwa dia makhluk luar angkasa ( alien). Dengan shock dan takut aku pun berlari keluar dari hutan, lalu aku bertemu dengan kakek Hock
“ kamu gak apa-apa kan? Kenapa kamu keluar dari hutan itu?” Tanya kakek Hock khawatir
“ gak papa kek, aku bertemu dengan alien kek. Ayah gak berbohong ayah benar ada makhluk luar angkasa da nada kehidupan lain selain dibumi kek” terangku
“ dimana dia sekarang?” Tanya kakek
“ di hutan.” Jawab ku
            Aku dan Kakek Hock masuk dalam hutan, kami mendapatkan makhluk itu sudah tergeletak dia pingsan. Akhirnya aku dan kakek membawanya ke laboratorium Hocval. Dia terluka dan mengeluarkan cairan berwarna biru di bagian kakinya. Apa itu darahnya? Kami bingung bagaimana cara mengobatinya karna dia bukanlah manusia jadi obatnya gak mungkin sama. Tapi aku nekat memberinya obat dan kakek nekat menjahit lukanya. Dia juga masih tak sadarkan diri, mendengar semua ceritaku kakek menempatkan makhluk itu di ruang isolasi untuk menghindari resiko serangan dan mengikatnya.
            Keesokan harinya, kami mengecek keadaannya dan ternyata benar dugaan kami dia mengamuk berontak, tapi untung kami sudah mengikatnya terlebih dahulu. Kami berusaha untuk menenangkannya tetapi dia masih terus berontak, setelah dia melihat luka dikakinya yang telah dijahit oleh kakek perlahan-lahan dia mulai tenang, mungkin dia merasa bahwa kita tak berbahaya baginya.
“ kamu kenapa bisa berada disini? “ Tanya kakek
Dia hanya diam tak menjawab, apa dia tak mengerti bahasa kita.
“mana mungkin dia mengerti bahasa kita kek?” jelasku
“ %$%**##@%&^%$^*^R$ “ dia mengeluarkan bahasa ntah apa itu kami tak mengerti, sepertinya dia juga berusaha untuk berkomunikasi dengan kita. Tapi apa yang dia ucapkan terdengar sama seperti kunci-kunci nada pada komputer ayah.
“sepertinya dia ingin mengatakan sesuatu kepada kita” kata kakek
“ itu seperti kunci-kunci nada yang aku temukan di komputer ayah kek” kataku
“ kunci nada?” Tanya kakek heran
“ ya kek, apa mungkin..... kek kita harus membawanya keruangan ayah kek” pinta ku
            Aku dan kakek membawanya ke ruangan ayah, sempat dia memberontak tapi akhirnya dia menuruti apa yang kita lakukan padanya. Dan aku juga tak lupa membawa Buku catatan kerja ayah.
            Sesampainya disana, segera aku menghidupkan semua komputer lalu menekan tombol munci-kunci yang semalam. Ketika dia mendengar itu sepertinya dia mengerti
“ #$%@&!*()*%%” katanya
“ kek, sepertinya ini bahasanya” kataku
“ sepertinya begitu , coba kamu tekan lagi” kata kakek
            Aku menekan tombol dengan kunci yang berbeda, dan dia juga meresponya tapi kami tetap tak menegrti. Lalu dia melihatku menekan tombol-tombol itu dan dia juga mencoba menekan tombol itu, sepertinya dia mengerti bahwa kita tak mengerti satu sama lain mungkin dengan alat ini kami bisa berkomunikasi. Dia menekan tombol-tombolnya dan aku menyatat semua kuncinya dan berusaha membaca dengan panduan yang ada dalam Buku Catatan kerja milik ayah.
“bagaimana kamu bisa membacanya?” Tanya kakek
“ bentar mungkin ini kek, “ jelasku
“ aku tak tahu kalian makhluk apa tapi kalian baik padaku, aku butuh bantuan kalian aku ingin kembali ke planetku” itu prediksi aku akan kunci-kunci itu.
“ bisa jadi, coba kamu Tanya ke dia kenapa dia bisa berada disini?” kata kakek
            Lalu aku mencoba untuk menyampaikan padanya dengan panduan yang sudah aku dapat.
“ %^&%%^^&%^#%$#^#$^ &*&^&^&%$%#$%#@#@#*&^$%$@##%#$%%^%#@%” begitu katanya dan aku mencoba untuk membacanya
“ saat itu aku sedang rebut dengan ibuku, aku pergi keruangan kerja ayah dan melihat pesawat ini, aku pun mencobanya tiba-tiba pesawat ini terbang keluar planet kami, ketika aku ingin kembali ternyata bahan bakar pesawatnya telah habis dan pesawatku jatuh disini” kira-kira begitu isinya.
“ kita harus membantunya kek. “ kata ku
“ ya kita pasti membantunya, sekarang kita harus mengambil pesawatnya dulu didalam hutan” kata kakek
            Aku pun menyampaikan padanya kita akan mengambil pesawatnya dahulu dari huatn dan dia setuju. Saat kami menemukan pesawatnya kamipun langsung membawanya ke laboratorium Hocval. Pesawat ini tak begitu berat sangat ringan sehingga dengan mudah kami membawanya. Sesampainya di Lab. Aku terkejut mama sudah berada di kamarku.
“ mama , kenapa disini?” tanyaku
“ ya pekerjaan mama sudah selesai, jadi mama kesini deh” kata mama
“ ma, aku sudah tau yang sebenarnya tentang ayah dan kakek, ternyata ayah benar ma ada makhluk luar angkasa yang hidup di luar sana. “ jelasku
“ ah ngacok kamu ini, sudah itu Cuma cerita ayahmu dulu “ kata mama
“ gak ma, aku sendiri yang menemukan makhluk itu” kataku
“ apa? Kamu serius?” kata mama
“ ya , ma dia sekarang ada bersama kakek Hock” kata ku
“ apa kamu mengerti bahasanya?” Tanya mama yang masih kurang percaya
“ aku mengunakan komputer dan buku catatan kerja ayah sebagai panduannya, dan itu berhasil” jelasku
            Lalu aku mengajak mama untuk bertemu makhluk itu. Mama pun percaya kalau ayah selama ini benar. Kakek Hock sudah mengambil sempel bahan bakar pesawat itu, tetapi kakek Hock tak tau bahan apa yang digunakan, apa mungkin bahan itu tak ada disini. Lalu aku mengajak makhluk ini ke ruangan ayah dan bertanya apakah dia tahu bahan apa yang digunakan.
“ aku tidak tahu (kata kunci yang sudah diterjemahkan)” katanya
            Kami pun kembali ke Lab.Hocval. aku meminta mama untuk meneliti bahan apa saja yang digunakan untuk bhana bakar pesawat ini dengan sempel itu, Karena mama adalah seorang ahli Biokimia. Dengan peralatan yang ada di Lab. Hocval mama langsung meneliti bahan tersebut dengan bahan dasar yang mama bawa.
Setelah 2 jam kami menunggu akhirnya mama selesai melakukan penelitiannya.
“ bagaimana ?” Tanya kakek
“ aku tak tahu ini terbuat dari bahan apa saja, tetapi saat aku memanaskan cairan ini akan menimbulkan bau seperti ini “ jelas mama
“ kayaknya aku pernah mencium bau ini “ kataku
“ dimana?” Tanya kakek
            Aku berusaha untuk mengingatnya. Karena baunya tak seberapa jelas tapi aku pernah mencium bau ini. Apa munkin….
“ kek bau nya seperti cairan yang ada di lemari kamar ayah.” Kataku
“ ayo kita kesana” kata kakek
Kami pun memcoba untuk mencium semua masing-masing cairan.
“ tapi taka da yang mirip, “ kata kakek
“ mungkin kita bisa mencampurkan bahan-bahan ini. “ kata mama
            Mama pun kembali meneliti bahan-bahan ini. Sambil menunggu mama kakek mengganti jahitan pada makhluk tersebut karena saat dia berontak tadi jahitanya rusak. Tak terasa waktu sudah tengah malam.
“ sudah selesai” kata mama
“ bagaimana?” Tanya kakek
“ berhasil, kita berhasil ternyata campuran bahan-bahan itu” kata mama
“ syukur kalau gitu, tapi dari mana suami mu mendapatkan cairan itu” Tanya kakek
“ saya juga tidak tahu tapi ini bahan bahan campuran zat kimia yang berkonsentrasi tinggi, yang dahulu digunakannya untuk bahan bakar pesawatnya dahulu” jelas mama’
“ bisa jadi “ kata kakek
“ lebih baik kita istirahat dulu, besok pagi kita lanjutkan lagi” kata mama
            Kami pun istirahat, aku tidur bersama mama dan kakek tidur dengan makhluk itu. Keesokan harinya, kami melakukan uji coba bahan yang telah di temukan oleh mama. Saat mesin pesawat dihidupkan mesinnya pun berjalan. Kami senang ternyata kami berhasil. Sebelum dia pergi aku mengajaknya untuk keruangan ayah.
“ kalau boleh tau kamu berasal dari planet apa?” tanyaku padanya dengan menggunakan komputer ayah
“ aku tak bisa menjawabnya (sudah diterjemahkan)” katanya
“ baiklah, kalau begitu aku boleh tahu namamu siapa? Nama ku Borischa” kataku
“ namaku MOMO “ katanya
“ jika kamu selamat dan sudah sampai ke planetmu, segera hubungi aku ya. Aku akan menunggu pesanmu” kataku
“ baik aku akan mengirim pesan padamu” katanya

            Kami pun berpelukan. Aku senang bertemu dengan nya, dan aku senang ternyata ayahku benar. Terimakasih berkat kau aku percaya bahwa ayahku benar. Dan aku berjanji akan menyembunyikan tentang hal ini pada orang lain. Dia memutuskan untuk pergi dimalam hari agar taka da yang tahu atas perjalannannya.
            Malampun tiba, dan dia berpamitan kepada aku, mama, dan kakek. Lalu dia memasuki pesawat, dan berangkat menuju planetnya.
“ SELAMAT TINGGAL MOMO” kataku
“ sudah dia pasti akan menghubungimu” kata kakek
            Setiap hari selama disini, aku menunggu pesan darinya. Tapi tak ada pesan yang terdeteksi oleh komputer ayah aku khawatir dia tak sampai ke planetnya. 1 minggu berlalu, liburaanku pun usai dan aku kembali bersekolah. Setiap hari libur aku pasti akan berlibur ke Lab. Hocval dan mengunjungi kakek. Ketika aku mulai masuk kuliah, kakek Hock meninggal. Aku sangat sedih di tinggal kakek Hock, dan aku memutuskan untuk tinggal di Lab.Hocval dan berhenti kuliah. Tetapi aku masih berharap bahwa MOMO akan mengirim pesan padaku. Karena memikirkan hal itu, aku berfikir untuk membuat sebuah alat audio penerjemah. Agar jika nanti MOMO menguhubungiku, aku sudah lebih mudah berkomunikasi dengannya. Karena itulah aku memutuskan untuk kuliah kembali.
            5 tahun aku kuliah, dan akhirnya berhasil menciptakan alat audio penerjemah. Sampai saat ini tak ada juga pesan dari MOMO. Ketika aku ingin memasangkan alat audio penerjemah itu pada komputer ayah, tiba-tiba ada pesan yang masuk. Dan alat audio penerjemahku berfungsi
“ Borischa ini aku MOMO…….”

SELESAI